Sebuah program tidak selamanya akan berjalan dengan mengikuti struktur
berurutan, kadang-kadang kita perlu merubah urutan pelaksanaan program
dan menghendaki agar pelaksanaan program meloncat ke baris tertentu.
Peristiwa ini kadang disebut sebagai percabangan/pemilihan atau
keputusan. Hal ini seperti halnya ketika mobil berada dalam persimpangan
seperti pada gambar 5.7. Pengemudi harus memutuskan apakah harus
menempuh jalur yang kanan atau yang kiri (lurus).
Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan pelaksanaan
jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. Pada proses seperti ini
simbol flowchart Decision harus digunakan. Simbol decision akan berisi
pernyataan yang akan diuji kebenarannya. Nilai hasil pengujian akan
menentukan cabang mana yang akan ditempuh.
Contoh 5.15. Struktur percabangan untuk masalah batasan umur.
Sebuah aturan untuk menonton sebuah film tertentu adalah sebagai
berikut: Jika usia penonton lebih dari 17 tahun maka penonton
diperbolehkan, dan apabila kurang dari 17 tahun maka penonton tidak
diperbolehkan nonton. Buatlah flowchart untuk permasalahan tersebut.
Penyelesaian:
Permasalahan diatas merupakan ciri permasalahan yang menggunakan
struktur percabangan. Hal ini ditandai dengan adanya pernyataan: jika ..
maka ...(atau If ... Then dalam Bahasa Inggris).
Flowchart penyelesaian masalah tampak pada gambar 5.9. Pada gambar
tersebut, tampak penggunaan simbol Decision. Pada simbol ini terjadi
pemeriksaan kondisi, yaitu: apakah usia lebih dari 17 tahun atau tidak.
Jika jawaban ya maka program akan menghasilkan keluaran teks "Silahkan
Menonton", sedangkan jika input usia kurang dari 17 tahun maka program
akan menghasilkan keluaran teks "Anda Tidak Boleh Menonton".
Contoh 5.16. Struktur percabangan untuk perhitungan dua buah bilangan.
Dalam suatu perhitungan, nilai P = X + Y. Jika P positif, maka Q = X *
Y, sedangkan jika negative maka nilai Q = X/Y. Buatlah flowchart untuk
mencari nilai P dan Q
Penyelesaian:
Pada contoh ini input yang dibutuhkan adalah nilai X dan Y, sedangkan
proses pemeriksaan kondisi dilakukan pada nilai P apakah positif
(termasuk 0) ataukah negative. Perhatikan flowchart penyelesaian masalah
pada gambar 5.10.
dalam struktur percabangan yang lain, atau yang biasa disebut nested (bersarang). Perhatikan contoh-contoh berikut.
Contoh 5.17. Struktur percabangan bersarang untuk masalah fotokopi.
Sebuah usaha fotokopi mempunyai aturan sebagai berikut:
- Jika yang fotokopi statusnya adalah langganan, maka berapa lembar pun dia fotokopi, harga perlembarnya Rp. 75,-
- Jika yang fotokopi bukan langganan, maka jika dia fotokopi kurang
dari 100 lembar harga perlembarnya Rp. 100,-. Sedangkan jika lebih atau
sama dengan 100 lembar maka harga perlembarnya Rp. 85,-.
Buatlah flowchart untuk menghitung total harga yang harus dibayar jika seseorang memfotokopi sejumlah X lembar.
Penyelesaian:
Pada contoh ini, masalah terlihat lebih rumit. Ada dua percabangan yang
terjadi. Yang pertama adalah pemeriksaan apakah status seseorang
pelanggan atau bukan. Kedua, apabila status seseorang bukan pelanggan,
maka dilakukan pemeriksaan berapa jumlah lembar fotokopi, apakah lebih
dari 100 lembar atau tidak.
Pada soal ini kita juga menjumpai apa yang disebut sebagai nested.
Perhatikan pernyataan pada syarat kedua dari persoalan di atas.
'Jika yang fotokopi bukan langganan, maka jika dia fotokopi kurang dari 100 lembar harga perlembarnya Rp.100'
pernyataan jika yang kedua berada di dalam jika yang pertama.
Input yang dibutuhkan untuk permasalahan ini adalah status orang yang
fotokopi, dan jumlah lembar yang difotokopi. Sehingga variable input
yang digunakan adalah:
- Status untuk status orang yang fotokopi
- JLF untuk jumlah lembar yang difotokopi
Selain itu, terdapat variable dengan nama HPP yang digunakan untuk
menyimpan harga per lembar, dan TH untuk menyimpan nilai total harga.
Perhatikan, variable Status bertipe data char, sehingga penulisannya
harus menggunakan tanda " ".
Flowchart penyelesaian masalah ini dapat dilihat pada gambar 5.11.
Contoh 5.18. Struktur percabangan bersarang untuk masalah kelulusan siswa.
Aturan kelulusan siswa pada mata pelajaran Pemrograman Web diterapkan sebagai berikut:
- Jika nilai ujian tengah semester (UTS) lebih besar dari 70 maka siswa dinyatakan lulus dan Nilai Akhir sama dengan nilai UTS.
- Jika nilai UTS kurang atau sama dengan 70, maka siswa dinyatakan
lulus jika Nilai Akhir lebih besar atau sama dengan 60 dimana Nilai
Akhir = (nilai UTS x 40%) + (nilai UAS x 60%).
Buatlah flowchart penyelesaian masalah tersebut apabila output yang
diinginkan adalah NIM, Nama Siswa, Nilai Akhir, dan Status Kelulusan.
Penyelesaian:
Pada contoh ini, ada dua percabangan. Yang pertama adalah pemeriksaan
apakah nilai UTS siswa lebih dari 70. Kedua, apabila nilai UTS tidak
lebih dari 70, maka dilakukan pemeriksaan apakah nilai akhir lebih dari
60. Input yang dibutuhkan untuk permasalahan ini adalah NIM, nama siswa,
nilai UTS, dan nilai UAS. Sehingga variable input yang digunakan
adalah: NIM untuk Nomor induk siswa, nama untuk nama siswa, NUTS untuk
nilai ujian tengah semester, dan NUAS untuk nilai ujian akhir semester.
Sedangkan variabel ouput terdiri dari NA yang digunakan untuk menyimpan
nilai akhir, dan Status untuk menyimpan status kelulusan.
SUMBER :
http://www.varia.web.id/2013/05/struktur-algoritma-percabangan.html